Halaman

Kamis, 30 Mei 2013

Pertimbangan dalam Memilih Nama Perusahaan


nama perusahaan
Salah satu bagian penting dalam membangun sebuah bisnis adalah memilih dan memberikan nama atau brand untuk usaha dan produk yang ditawarkan. Jika anda adalah calon seorang enterpreneur sejati, maka pepatah lama yang berbunyi “Apalah arti sebuah nama” harus dibuang jauh-jauh dari benak anda. Coba anda bayangkan, kata “Apple” dalam dunia bisnis, sekarang berharga triliunan rupiah. Jika anda ingin memiliki nama tersebut untuk nama perusahaan anda, maka bersiap-siaplah mengeluarkan uang segunung, karena lisensi nama “Apple” tersebut adalah sebuah perusahaan raksasa dunia yang telah melahirkan produk-produk berkelas seperti iPod, iPhone, iPad, komputer iMac, dan lainnya. Bahkan jika anda coba-coba memberi nama perusahaan anda dengan merangkai kata Apple tersebut dengan kata lain, misalnya PT. Apple Star, maka meja hijau bisa saja menanti anda, karena dituduh mendompleng kepopulerannya. Jadi, nama atau identitas usaha adalah hal yang sangat penting. Meskipun sekarang bisnis anda tergolong kelas kecil, bisa saja 5 atau 10 tahun mendatang, nama perusahaan anda bernilai milyaran rupiah. Artinya, hanya dengan menjual namanya saja (bukan isi perusahaan), anda bisa memperoleh uang yang banyak, karena nama tersebut dianggap telah populer di masyarakat. Jadi, jika anda masih belum punya nama atau brand untuk perusahaan baru anda, maka pikirkanlah secara cermat.

Untuk membuat sebuah nama perusahaan memang dapat dikatakan gampang-gampang susah. Tak jauh beda ketika kita akan memberikan nama untuk si buah hati atau binatang kesayangan kita. Untuk menentukan nama usaha anda, ada baiknya anda memperhatikan hal-hal berikut:
  • Nama perusahaan sebaiknya mudah diingat orang, meskipun agak panjang.
  • Nama perusahaan sebaiknya gampang diucapkan atau di eja orang. Jika target perusahaan anda adalah berskala internasional (global), maka pilih nama yang semua bangsa (India, China, Afrika, Latin, Inggris, Rusia, Jepang, dsb) gampang mengucapkannya, contohnya “Casio” atau Toyota. Contoh nama yang sulit atau sering salah dieja oleh banyak bangsa misalnya ada kata “Putra” (bisa dibaca patre) atau “Cemerlang” (bisa dibaca simerleng).
  • Nama perusahaan yang anda pilih masih available, artinya belum digunakan oleh orang lain dan tidak memiliki kemiripan dengan nama perusahaan lain, apalagi jika bidang usaha yang sejenis. Hal tersebut menyangkut legalitas hukum. Untuk mengetahui ketersediaan nama tersebut, anda bisa cari lewat mesin pencari di internet dan juga mengunjungi situs Deperindag serta Dirjen HAKI.
  • Nama perusahaan harus sesuai dengan undang-undang dan tidak memiliki kesan yang buruk (berbahasa negatif) di mata masyarakat.
  • Nama perusahaan hendaknya unik dan beda dari yang lain, sehingga memiliki impresi yang atraktif bagi orang yang mendengar atau membacanya.

Dalam menentukan nama yang tepat dan terbaik untuk bisnis anda, anda bisa belajar dari sejarah pemberian nama perusahaan-perusahaan besar yang kini telah eksis. Latar belakang pemilihan dan pemberian nama perusahaan biasanya didasarkan atas:

1. Kesesuaian dengan bidang bisnis anda
Untuk memberikan nama perusahaan, banyak orang biasanya memilih kata-kata yang menggambarkan atau mendeskripsikan bidang usahanya, misalnya usaha percetakan diberi akhiran nama “printing”, bisnis teknologi diberi label “Tech”, dan perusahaan penyewaan mobil diberi nama ‘trans”.

2. Latar belakang histori
Latar belakang historis artinya nama perusahaan tersebut dipilih karena berkaitan dengan sejarah awal terbentuknya perusahaan tersebut. Banyak perusahaan yang melakukan hal ini, salah satunya adalah Nokia yang pada awalnya adalah sebuah perusahaan kertas yang didirikan di dekat sungai Nokianvirta. Atau juga nama perusahaan “Apple” tercetus ketika sang pendiri, Steve Jobs sedang makan buah apel.

3. Memiliki maksud, idealisme dan nilai filosofi tertentu
Banyak pengusaha yang memberi nama perusahaan atau produknya yang mengandung ragam makna dan filosofi tertentu yang mampu menjadi daya tarik bagi konsumen. Misalnya saja, nama Sanyo dalam bahasa Jepang bermakna tiga lautan, artinya sang pendiri perusahaan ingin menjual produknya melalui 3 jalur yaitu samudra Pasifik, Hindia dan Atlantik untuk mencapai seluruh dunia. Google yang berasal dari kata “googlo” mempunyai makna angka 1 yang diikuti oleh 100 angka nol, yang mencerminkan bahwa mesin pencari Google mampu memberikan hasil pencarian yang banyak dalam dunia internet (search engine).

4. Merupakan sebuah akronim
Jika anda sulit menentukan nama untuk usaha anda, maka gunakan saja akronim dari nama-nama pendiri perusahaan atau singkatan dari kalimat usaha anda. Banyak perusahaan dunia yang melakukan hal tersebut, diantaranya HP (Hewlett Packard) yang berasal dari nama sang pendiri Bill Hewlett dan David Packard, Benq dari kalimat “bringing enjoy and quality to life”, serta Tosibha berasal dari gabungan nama merger dua perusahaan yaitu Tokyo Denki dan Shibaura Seisakusho.

5. Menyamakan nama perusahaan dengan nama produk
Untuk menciptakan image yang kuat, banyak perusahaan yang menyamakan nama perusahaan dengan produk-produk yang diciptakan. Hal tersebut juga bertujuan agar konsumen lebih mudah mengingat dan fokus pada satu nama, misalnya PT. Wings menciptakan produk Wings Biru dan Samsung dengan produk Samsung TV LED. Namun hal ini memiliki kelemahan tersendiri, khususnya bagi perusahaan yang belum besar. Ketika konsumen mulai bosan dengan brand tersebut atau merek tersebut kurang laku dipasaran, maka kemungkinan tradisi penggunaan satu nama tersebut bisa terabaikan (diingkari oleh diri sendiri) demi menciptakan produk dengan merek baru yang lebih menjual (fresh).

Oke sobat enterpreneur, demikian hal-hal yang menjadi bahan pertimbangan ketika anda akan memilih dan memberikan nama perusahaan atau bisnis anda. Jika telah mendapatkan inspirasi dan menemukan nama yang tepat, segeralah daftarkan, paling tidak membeli nama domain (nama website) sebagai investasi awal bagi bisnis anda. Salam kerja & usaha!


Source

Memilih Warna Logo Usaha Menurut Feng Shui


LOGO BRAND USAHA
Membuat logo untuk simbol usaha memang gampang-gampang susah. Logo usaha dibuat untuk memvisualisasikan jenis bisnis yang dilakoni atau juga untuk mencitrakan misi dan misi suatu usaha. Oleh karena itu, logo bisa dibuat dengan konsep yang sederhana atau pun bentuk yang kompleks dan menarik. Demikian juga dengan pemilihan warna dasar yang dipakai pada logo usaha, tidak aturan baku yang mengharuskan anda untuk memakai warna biru atau merah ataupun warna kombinasi lainnya. Semua keputusan ada di tangan anda sebagai pemilik/pendiri usaha.
Namun, menurut ilmu Feng Shui China, pemilihan warna untuk logo usaha tidaklah dilakukan dengan sembarangan. Ada berbagai bahan pertimbangan yang kelak membuat logo usaha menjadi simbol yang penuh energi sehingga dapat memberi dampak positif bagi kemajuan usaha. Misalnya warna logo perusahaan teknologi Apple yang dulunya adalah rainbow, kini diganti dengan warna monochromatik (perak/hitam) yang cocok dengan jenis usaha yang jalankan menurut sifat 5 unsur alam. Bagaimanakah memilih warna untuk pencitraan logo usaha anda menurut ilmu Feng Shui? Berikut uraian singkatnya!!!

Pertama yang anda lakukan dalam memilih warna untuk logo anda adalah menentukan atau mengetahui jenis elemen dari usaha/bisnis yang anda kerjakan. Menurut Feng Shui, ada lima element yang menyusun kehidupan ini, yaitu Api, Tanah, Logam, Air, dan Kayu. Masing-masing element/umsur alam tersebut dilambangkan dengan bentuk-bentuk tertentu. Element api dilambangkan dengan bentuk segitiga dimana sifat atau karakternya penuh energi dan gairah, tanah berlambang persegi dengan karakter lunak, logam lambangnya lingkaran dengan karakter keras dan kaku, kayu disimbolkan dengan persegi panjang yang berkarakter kreatif, dan element air simbolnya garis gelombang (wavy) yang cenderung bersifat lembut.

Berdasarkan sifat dari masing-masing elemen tersebut, dapat dibuat kelompok bidang bisnis yang mendekati karakter setiap elemen. Misalnya contoh berikut dikutip dari situs about.com:
  • Elemen Api : creative studio, usaha restaurant, usaha dagang, bisnis olahraga, dan sebagainya.
  • Elemen Tanah : usaha konstruksi, bisnis penginapan, bisnis developer perumahan/real estate, usaha bidang pertanian, dan sejenisnya.
  • Elemen Logam : bisnis perbankan, finansial, pemerintahan, industri bidang teknologi, arsitek, perancang, dan sebagainya.
  • Elemen Air : usaha jasa cleaning services, industri kecantikan, bisnis agen, kesehatan, dan sejenisnya.
  • Elemen Kayu : jasa keperawatan, bisnis pendidikan, bisnis floral, usaha garmen atau fashion, percetakan, bisnis traveling, dan sejenisnya.

Setelah Anda mengetahui atau memperkirakan elemen yang menjadi dasar atau unsur utama pada jenis usaha anda, maka langkah kedua adalah memilih warna dasar logo sesuai dengan elemen bisnis anda. Unsur kayu diwakili oleh warna hijau dan cokelat, unsur api pilihan warnanya merah, kuning pekat, pink, ungu, dan orange. Warna yang sesuai dengan unsur tanah adalah kuning terang, warna pasir, dan cokelat terang. Unsur logam warnanya putih dan abu-abu atau perak. Sedangkan warna untuk unsur air adalah biru dan hitam.

Langkah ketiga adalah langkah opsional (tidak terlalu wajib). Setelah anda selesai menentukan warna pokok pada logo usaha anda, maka tahap selanjutnya adalah memilih warna sekunder atau warna penghias atau warna tambahan yang menjadi pemanis agar logo anda tampak indah dan menarik. Untuk menentukan warna sekunder ini dapat disesuaikan dengan unsur hari lahir anda berdasarkan perhitungan Feng Shui. Hal ini disebabkan karena ada beberapa warna yang saling mendukung dan saling bentrok bila saling dipadukan. Oleh karena itu, untuk mendapatkan keputusan yang tepat sebaiknya anda konsultasikan lebih lanjut dengan para ahli Feng Shui.

Source

Tips Cara Membuat Logo untuk Usaha Anda



DESAON LOGO USAHA BISNIS
Selain pemilihan nama (brand) yang tepat sebagai identitas usaha anda, pembuatan logo merupakan salah satu elemen penting yang mesti anda pikirkan. Logo usaha merupakan sebuah simbol yang dapat mencitrakan bagaimana karakteristik dan keunikan bisnis anda dari para kompetitor. Logo usaha dapat menjadi sebuah senjata ampuh yang mampu menarik perhatian konsumen. Visualisasi logo yang tepat dapat membantu bisnis anda menjadi lebih mudah diingat dan dikena,l baik oleh konsumen maupun para pebisnis lainnya.

Seperti apa sich logo yang bagus itu?
Secara garis besar, visualisasi logo dapat dibagi menjadi tiga tipe yaitu: 
  1. Logo yang hanya berbasis font (teks) misalnya logo SONY, IBM, XL dan Google.
  2. Logo yang berisi ilustrasi tentang jenis usaha yang digeluti. Misalnya perusahaan air minum memakai logo water drop, atau usaha yang memproduksi cat menggunakan kuas sebagai simbol perusahaannya.
  3. Logo Abstrak yaitu simbol usaha yang tidak mendeskripsikan secara jelas tetapi mengandung makna dan nilai tertentu. Misalnya logo perusahaan sepatu Nike yang memakai logo "swoosh" atau garis angin yang berisi makna bahwa konsumen (khususnya atlet) yang memakai sepatu Nike dapat bergerak secepat angin.

Apa saja yang perlu diperhatikan ketika mendesain sebuah logo untuk bisnis anda?
Pertama yang perlu anda pikirkan adalah jenis logo apa yang akan anda buat, apakah berbentuk tulisan kreatif, berbentuk sebuah gambar, atau kombinasi keduanya.

Kemudian tahap berikutnya adalah memikirkan pesan apa yang akan anda selipkan lewat logo tersebut, itu pun jika ada pesan atau makna yang ingin anda sampaikan. Usahakan desain logo anda mewakili jenis atau misi atau karakteristik bisnis anda.

Tahap ketiga adalah membandingkan logo-logo dari perusahaan sejenis. Jika anda sulit mendapatkan ide tentang logo yang akan anda ciptakan, maka sebaiknya menggali inspirasi dari logo para kompetitor anda. Tapi hindari penjiplakan atau berusaha meniru desain logo tersebut.

Hal keempat yang perlu diperhatikan dalam membuat logo usaha adalah berupaya meminimalisir berbagai kesalahan, misalnya menggunakan klip art, mendesain logo yang serupa dengan perusahaan lain, menciptakan logo yang tidak jelas dan membingungkan konsumen, serta membuat logo yang melanggar aturan.

Point kelima adalah pertimbangan menggunakan jasa desainer logo. Jika anda tidak memiliki keahlian dalam seni desain grafis, anda bisa memanfaatkan jasa pembuat logo profesional. Biaya yang dipatok tergantung kesepakatan, namun umumnya adalah antara 100ribu hingga di atas 2 juta rupiah. Jika anda ingin mendesain sendiri, anda bisa juga mempertimbangkan membuat logo secara online dengan beragam fitur-fitur yang telah disediakan, misalnya di situs logomaker.com; desaignmantic.com; freelogoservice.com; dan lainnya.

Point terakhir yang harus anda lakukan adalah mendaftarkan logo ke pihak berwenang, misalnya HKI sehingga mempunyai kekuatan hukum sebagai materi berhak cipta atau memiliki hak paten. Pendaftaran logo juga bisa dilakukan saat pendaftaran perusahaan di Depkumham.

Sebagai inspirasi bagi anda yang akan membuat sebuah logo untuk usaha anda, maka berikut disajikan beberapa contoh desain logo yang kreatif dan inspiratif:

Nama logonya adalah Killed Productions, didesain oleh Sean Heisler, sumber gambar: seanheislerdesaign.com

Nama logonya adalah B Logo, didesain oleh William Patino, sumber gambar: inkwilldesaign.com

Nama logonya Mister Cutts Logo, didesain oleh Tabitha Kristen, sumber gambar: tabithadesaign.com

Nama logonya CFO Cycling Team Logo, didesain oleh Nadir Balcikli, sumber gambar: logorado.com

Nama logonya Iron Duck Logo, didesain oleh Siah Desaign, sumber gambar: siahdesaign.com

Source

Pilihan Warna yang Cocok untuk Usaha Anda


warna yang cocok untuk bisnis
Dari semua media komunikasi non-verbal, warna menjadi metode yang paling cepat memberikan kesan, menyampaikan pesan, dan  mengekspresikan makna. Dalam dunia bisnis, warna pada brand usaha sering dianggap sebagai "the silent salesperson" yang mampu menarik minat para konsumen. Oleh karena itu, pemilihan warna untuk memvisualisasikan bisnis anda hendaknya tidak dilakukan secara sembarangan, karena jika kurang tepat memilih warna, maka bisnis anda kemungkinan memiliki kinerja yang tidak optimal.

Berdasarkan rangkuman dari Columnfivemedia.com, diperoleh berbagai data menarik tentang pemilihan warna dalam dunia bisnis. Berbagai riset study menunjukkan bahwa warna sebuah produk memberi pengaruh 60 sampai 80% terhadap keputusan konsumen untuk membelinya. Berdasarkan study yang mensurvey 100 Top Brands, diperoleh fakta bahwa warna favorit yang paling banyak digunakan perusahaan adalah warna biru, sebanyak 33%. Sementara warna lain yang banyak dipakai sebagai warna utama perusahaan antara lain: merah 29%, hitam abu-abu 28%, dan kuning 13%. Kemudian 95% perusahaan lebih memilih menggunakan satu hingga dua warna, sementara 5% menggunakan lebih dari dua kombinasi warna.

Lalu, apa warna yang cocok untuk binsis anda? 
Secara umum, pemilihan warna disesuaikan jenis usaha yang dilakoni. Bahkan ilmu Fengshui pun menyarankan hal tersebut. Setiap warna memunculkan pengaruh dan respon yang berbeda dari manusia. Secara garis besar, warna dapat dikategorikan ke dalam dua jenis, yaitu warm color (warna panas) yang diasosiasikan sebagai energi dan cold color (warna dingin) yang dianggap memiliki aura ketenangan dan keamanan. Yang termasuk warm color adalah merah, kuning, orange, dan hitam. Sedangkan cold color terdiri dari warna putih, coklat, hijau, biru, dan ungu.

Jadi, warna apa yang sesuai untuk usaha saya?
Oke, sebelum anda mengetahui hal tersebut, silahkan kategorikan jenis usaha anda dalam salah satu kelompok industri berikut, apakah termasuk: usaha bidang energi, keuangan, airlines (penerbangan), makanan, properti, teknologi, kesehatan, fashion, transportasi darat, atau agrikultur (pertanian). Jika anda sudah menemukan kategori usaha yang sesuai, silahkan lihat tabel berikut untuk menemukan warna yang pas:

PILIHAN WARNA
COCOK (POPULER)
MERAGUKAN
KURANG COCOK
(TIDAK POPULER)
MERAH
Sifat: agresif, energik, provokatif, menarik perhatian.
Usaha makanan, bisnis teknologi, transportasi, agrikultur
Bisnis perumahan (properti), bisnis kesehatan
Bisnis energi, keuangan, dirgantara   (airlines), dan fashion
UNGU
Sifat: mewah, gelamor, canggih, nostalgia, misteri, dan spirituality
Bisnis keuangan, teknologi, dan kesehatan
Bisnis dirgantara, fashion, kuliner, properti, dan transportasi
Bisnis energi dan pertanian
BIRU
Sifat: terpercaya, teguh, terjamin, bertanggung jawab
Bisnis energi, keuangan, dirgantara, teknologi, kesehatan, dan agrikultur
Properti
Fashion, usaha kuliner, dan bisnis transportasi
HIJAU
Sifat: kemakmuran, kesehatan, berwibawa, dan tenang
Bisnis energi, usaha makanan, kesehatan, agrikultur, perumahan
Keuangan dan teknologi
Bisnis dirgantara, bisnis fashion, dan transportasi
KUNING
Sifat: positif, motivatif, kreatif, hangat, dan cerah
Bisnis energi, bisnis makanan, dan properti
Usaha kesehatan dan pertanian
Bisnis keuangan, dirgantara, fashion, transportasi, dan teknologi
ORANGE
Sifat: penuh vitalitas, keceriaan, humoris, dan fun,
Bisnis teknologi dan kesehatan
Usaha kuliner, properti, dan agrikultur
Bisnis keuangan, industri bidang energi, airplanes, transportasi, dan fashion
COKLAT
Sifat: membumi, natural, kesederhanaan, dan tahan lama
Bisnis fashion, transportasi, dan agrikultur
Bisnis energi, kuliner, properti, dan kesehatan
Bisnis Keuangan, dirgantara, dan teknologi
HITAM
Sifat: prestise, berharga, keabadian, kecanggihan
Industri fashion, teknologi, dan transportasi
Bisnis properti dan agrikultur
Bisnis energi, keuangan, dirgantara, bisnis kesehatan, dan makanan
PUTIH
Sifat: suci, mulia, bersih, dan lembut
Bisnis fashion dan kesehatan
Bisnis energi, dirgantara, teknologi,   properti, transportasi, dan agriculture
Bisnis keuangan (financial) dan usaha makanan

Demikian sekilas gambaran tentang pilihan warna untuk usaha anda. Semoga dapat sedikit menambah wawasan bisnis anda. 
Salam kerja & usaha!!!

10 Kesalahan yang Harus Dihindari Para Entrepreneur



Menjadi seorang pengusaha yang sukses adalah tujuan semua orang. Dalam meraih posisi tersebut diperlukan kerja dan usaha yang keras. Banyak hal yang mesti diperhatikan agar alur bisnis yang jalankan selalu berada pada arah yang benar. Maka dari itu, seorang calon entrepreneur sukses dalam menjalankan usahanya wajib menghindari hal-hal berikut ini

1. Tidak Memiliki Visi dan Business Plan yang Jelas
Langkah awal dalam memulai suatu bisnis adalah memiliki perencanaan yang jelas yang menyangkut tentang ide usaha, permodalan, target pemasaran, skema kerja, dan banyak lagi. Business plan tersebut harus dilandasi oleh visi bisnis yang jelas dan tegas. Jika tidak menetapkan visi dan perencanaan yang jelas maka dapat menjadi langkah awal dalam kegagalan berbisnis.

2. Kurang Fokus
Fokus menjadi kunci penting dalam menapaki jalan bisnis. Banyak entrepreneur yang tidak kunjung menemui kesuksesan karena mudah terombang-ambing dengan situasi di sekitarnya. Misalnya saja ketika ia baru memulai bisnis pertanian, ia malah membagi dana usahanya untuk berinvestasi di bisnis investasi emas karena terpengaruh kesuksesan tetangganya. Hal tersebut dapat memecah konsentrasi kerjanya sehingga sulit mengeksplorasi sumber daya yang ada.

3. Tidak Mau Mengakui Kesalahan Diri
Hal ini sering dialami oleh para pengusaha muda karena tingkat egocentrisnya masih tinggi. Tidak mau mengakui kesalahan dalam mengambil keputusan bisnis akan membuat pebisnis tersebut sulit berkembang karena tidak mau mempelajari kesalahan-kesalahan yang dialaminya.

4. Tidak Menjadi Pendengar yang Baik
Belajarlah mendengarkan dan menerima nasihat meskipun itu berasal dari orang yang status ekonominya rendah. Banyak ide briliant dan solusi bisnis yang muncul berkat obrolan dengan orang-orang di sekitar anda.

5. NATO (No Action Talk Only)
Usaha tak akan pernah mengalami peningkatan jika banyak energi yang dikeluarkan hanya untuk berkoar-koar. Lakukan 'balancing'antara omongan dan tindakan, sehingga orang-orang di sekitar anda tetap mensupport keputusan anda.

6. Lebih Mengutamakan dalam Pengembangan Produk tetapi Kurang dalam Strategi Penjualan
Menciptakan sebuah produk yang handal dan inovatif adalah point penting dalam berkompetisi. Namun jika hanya fokus pada hal tersebut dan kurang memperhatikan strategi penjualan produk, maka hasilnya tidak akan maksimal.

7. Kurang Sabaran
Berbisnis memang memerlukan quick action agar tidak kalah bersaing dengan para kompetitor. Namun hal tersebut dilakukan bila telah dipikirkan dan diprediksi secara cermat. Bila hanya spekulatif, maka usaha anda akan terbawa pada kondisi ketidakstabilan. So, be patient!!!

8. Tidak Punya Banyak Modal
Satu hal yang perlu dihandari para entrepreneur adalah membangun bisnis tanpa disokong oleh modal yang cukup. Anda harus memiliki dana cadangan dalam mengantisipasi kondisi usaha yang tidak terduga. Jika tetap bertekad membangun sebuah usaha dengan dukungan modal yang seadanya, maka mulailah dengan skala usaha yang kecil.

9. Terlalu Serakah
Dalam bisnis valas, prinsip ini menjadi salah satu pandangan yang wajib dipegang teguh oleh para pemain. Namun nampaknya dalam segala jenis usaha, keserakahan memang dapat menjadi boomerang yang membawa rasa penyesalan yang dalam. So, dont be greed!!!

10. Melakukan Sendiri
Kesalahan terakhir yang sebaiknya dihindari adalah menjalankan bisnis tanpa adanya dukungan dari orang-orang sekitar anda. Meskipun anda adalah pendiri dan pemilik perusahaan serta segala keputusan adalah wewenang anda, namun sebagai manusia biasa yang kondisi fisik dan psikisnya berfluktuasi, maka penting untuk menjalin mitra bisnis, memiliki konsultan, atau paling tidak dukungan anggota keluarga tempat sharing pemikiran anda.

Empat Faktor Penyebab Kegagalan Berbisnis


kegagalan bisnis usaha
Berdasarkan hasil penelitian, hampir 60 persen dari semua bisnismen atau pengusaha baru, tidak bisa mencapai usia 6 tahun perjalanan bisnis. Hal ini disampaikan oleh Griffin dan Ebert dalam sebuah majalah bisnis. Apa sajakah yang mempengaruhinya? Berikut adalah simpulannya:


1. Modal yang tidak cukup

Untuk bisa bertahan pada suatu bisnis, anda harus memiliki modal yang cukup. Paling tidak ia mampu bertahan selama 6 bulan tanpa adanya pemasukan atau keuntungan. Seorang pebisnis  dikatakan akan mengalami kegagalan bila mereka berharap dapat membayar semua tagihan di bulan kedua dengan hanya mengandalkan keuntungan yang mereka raih di bulan pertama. Hal ini akan membut usaha anda tertatih-tatih dan tidak mampu melebarkan usaha.

2. Kurangnya kemampuan, pengalaman dan manajerial
Banyak orang membuka bisnis dengan hanya modal nekat dan tanpa memiliki pengalaman yang cukup pada bidang usaha yang dijalaninya. Banyak orang berpendapat bahwa suatu manajemen merupakan hal umum, padahal hal tersebut merupakan salah satu faktor utama dalam membangun bisnis yang baru. Bila seorang bisnismen tidak mampu dalam mengambil keputusan bisnis yang tepat, kemungkinan besar dalam jangka panjang mereka akan mengalami kegagalan. Oleh karena itu, sebelum anda membuka bisnis ada baiknya mempelajari secara detail agar anda bisa memiliki pengalaman yang cukup.

3. Kelalaian dan tidak fokus
Setelah pembukaan, biasanya para enterpreneur mundur dan tidak fokus pada bisnisnya atau malah membuka usaha jenis baru. Agar bisa sukses dalam suatu bidang bisnis dibutuhkan suatu komitmen waktu dan kerja keras yang sungguh sungguh agar mencapai hasil yang maksimal. Serta fokus sebelum usaha anda benar-benar stabil.

4. Kurang kontrol
Sebagai seorang pengusaha anda harus bisa mengontrol bagaimana kinerja usaha anda. Sistem kontrol membantu para pengusaha memonitor biaya tingkat produksi, jumah penghasilan dan seberapa besar pengeluaran usaha. Pengusaha akan mengalami masalah besar ketika mereka tidak mampu mengontrol pada awal-awal usaha. Untuk itu ketelitian dan kecermatan dalam mengontrol biaya adalah salah satu hal pokok dalam berbisnis.

Demikian empat faktor yang mempengaruhi seorang pengusaha mengalami kegagalan dalam bisnisnya sebelum bisnisnya mencapai usia 6 tahun.

^__^

5i - Kunci Sukses Membangun Karir & Bisnis di Usia Muda


Masa muda merupakan waktu yang penuh dinamika. Ketepatan dalam memilih jalan hidup pada usia muda tersebut merupakan langkah awal menuju kesuksesan di masa depan. Dalam upaya mencapai kesuksesan pada karir dan bisnis, setiap orang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Namun secara sederhana dapat di deskripsikan ke dalam lima poin utama.

KUNCI SUKSES

Menurut Kerjausaha.com, lima kunci kesuksesan dalam berkarir atau membangun kerajaan bisnis di masa depan tersebut diistilahkan dengan 5i, yang terdiri dari:

1. Ilmu
Apa pilihan ilmu yang anda pelajari saat ini akan menentukan langkah anda di masa mendatang. Banyak orang yang gagal dalam karir dan bisnisnya karena tidak memiliki cukup ilmu atau juga karena bidang ilmu yang mereka kuasai tidak sesuai dengan minat dan bidang pekerjaannya saat ini. Oleh karena itu, selagi masih muda penting sekali memilih ilmu yang cocok dengan minat dan kepribadian diri. Untuk itu, anda harus belajar mengenal diri anda sendiri.

2. Ide
Kunci sukses yang kedua dalam menggapai karir atau menjalankan suatu usaha/bisnis adalah ide (gagasan). Tak sedikit wirausahawan-wirausahawati yang bermodal minim mampu mendongkrak bisnisnya karena sebuah ide kecil yang briliant. Sementara banyak karyawan yang awalnya berjabatan rendah mampu menaiki tangga karir dengan cepat karena sumbangsih ide-idenya memajukan perusahaan. Jadi, luangkan sedikit waktu anda untuk berpikir, merenung, atau melakukan sesuatu hal yang dapat memunculkan ide-ide segar.

3. Individu
Faktor lain yang menjadi kunci kesuksesan adalah individu dan interaksinya. Individu yang dimaksud adalah seseorang diluar anda, entah itu sahabat, keluarga, mitra bisnis, sang idola, atau bahkan para kompetitor anda. Dengan menjalin interaksi dengan individu-individu yang tepat, maka karir ataupun bisnis anda bisa berjalan lebih baik. Ketika anda memiliki ilmu yang mapan, ide yang luar biasa, dan berteman dengan orang pernah bangkrut, mungkin anda akan menjadi lebih cermat agar tidak mengalami nasib yang serupa dengan kawan anda.

4. Inisiatif (Ikhtiar)
Ilmu, ide, dan interaksi dengan individu-individu yang tepat takkan pernah menjadikan anda sukses tanpa adanya tindakan (no action).So, just do it! Tanpa usaha (ikhtiar) semuanya hanya omong kosong belaka!

5. Ibadah (Izin Tuhan)
Takkan ada daun yang jatuh tanpa seizin-Nya. Begitu pula dalam karir dan membangun bisnis. Hakim terakhir dan tertinggi adalah Sang Pencipta. Oleh karena itu, serahkan diri kepada Beliau dan banyak-banyaklah beribadah demi mendapatkan restu dan rahmat-Nya. Amin...

Demikianlah 5i Kunci Sukses yang terdiri dari >> Ilmu, Ide, Individu, Inisiatif, dan Ibadah. Salam kerja & usaha!!!